Santri Binaan DOMYADHU Jadi Paskibra HUT RI ke-81 di Cigudeg Bogor
BOGOR - Prestasi membanggakan ditorehkan tujuh santri binaan LAZNAS Dompet Yatim dan Dhuafa (DOMYADHU) dari Pondok Pesantren Al-Araf. Mereka terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera atau Paskibra dalam Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Senin, 17 Agustus 2026.
Ketujuh santri tersebut mendapatkan kepercayaan untuk ikut mengibarkan Sang Saka Merah Putih dalam upacara kemerdekaan yang berlangsung di wilayah Banyuwangi, Kecamatan Cigudeg.
Keterlibatan para santri menjadi kebanggaan tersendiri karena mereka merupakan bagian dari anak-anak binaan DOMYADHU yang selama ini mendapatkan pendampingan pendidikan, keagamaan, pembentukan karakter, dan pengembangan potensi.
7 Santri Binaan DOMYADHU Terpilih Menjadi Paskibra
Dalam pelaksanaan Upacara HUT RI ke-81 tersebut, tujuh santri Pondok Pesantren Al-Araf mendapatkan posisi dalam formasi Paskibra sesuai tugas masing-masing.
Mereka adalah:
- Awan Setiawan – Pembawa bendera bagian tengah.
- Yakub Abdullah S – Pendamping pembawa baki atau Pasukan 8.
- Azzam Muzaqi – Pasukan 8.
- Abdullah Azzam Rosul S – Pasukan 17.
- Muhamad Alif – Pasukan 17.
- Alwan Adzkia R – Pasukan 17.
- Azzam Irsyad M – Pasukan 17.
Kepercayaan menjadi bagian dari Paskibra merupakan hasil dari proses latihan, kedisiplinan, tanggung jawab, serta kesiapan fisik dan mental yang harus dijalani para santri.
Saat Sang Saka Merah Putih dikibarkan, mereka tidak hanya menjalankan tugas upacara, tetapi juga membawa semangat generasi muda pesantren untuk ikut menjaga dan mengisi kemerdekaan Indonesia.
Bukti Pembinaan Pendidikan dan Karakter Santri
Prestasi tujuh santri tersebut menjadi salah satu hasil nyata dari proses pembinaan yang dilakukan kepada anak-anak binaan DOMYADHU di Pondok Pesantren Al-Araf.
Pembinaan santri tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik dan pendidikan agama. Para santri juga diarahkan untuk memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, jiwa kepemimpinan, kemandirian, dan kecintaan terhadap bangsa Indonesia.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan karakter yang dibutuhkan seorang anggota Paskibra.
Melalui kegiatan pendidikan dan pengembangan karakter yang dilakukan secara berkelanjutan, para santri diberikan ruang untuk mengenali potensi serta mengembangkan kemampuan mereka.
Keikutsertaan sebagai Paskibra HUT RI ke-81 menjadi salah satu kesempatan bagi para santri untuk membuktikan bahwa mereka mampu berprestasi dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Keterbatasan Ekonomi Bukan Penghalang untuk Berprestasi
Terpilihnya santri binaan yatim dan dhuafa menjadi bagian dari Paskibra memberikan pesan bahwa kondisi ekonomi tidak seharusnya menjadi batas bagi seorang anak untuk berkembang dan meraih prestasi.
Dengan pendidikan, pendampingan, kesempatan, serta lingkungan yang mendukung, anak-anak yatim dan dhuafa memiliki potensi yang sama untuk tumbuh menjadi generasi unggul.
Kehadiran tujuh santri di lapangan upacara pada momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi simbol bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan untuk belajar, berprestasi, dan berkontribusi bagi bangsa.
Bagi DOMYADHU, pemberdayaan anak yatim dan dhuafa bukan sekadar memberikan bantuan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Lebih dari itu, pembinaan dilakukan untuk membantu mereka menjadi generasi yang mandiri, berpendidikan, berakhlak, percaya diri, serta memiliki cita-cita untuk masa depan.
Santri dan Semangat Cinta Tanah Air
Momentum HUT RI ke-81 juga menjadi sarana untuk menanamkan semangat nasionalisme kepada para santri.
Pendidikan agama dan pendidikan kebangsaan dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang memiliki nilai spiritual sekaligus kepedulian terhadap bangsa.
Melalui pengalaman menjadi anggota Paskibra, para santri belajar mengenai disiplin, kerja sama tim, kepemimpinan, tanggung jawab, serta penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan.
Pengalaman tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara semata, tetapi menjadi bekal dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan mereka.
Para santri diharapkan terus tumbuh sebagai generasi yang berakhlak baik, memiliki kemampuan, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
ZISWAF Hadirkan Kesempatan Pendidikan bagi Anak Yatim dan Dhuafa
Prestasi para santri juga menjadi bagian dari manfaat dukungan masyarakat yang disalurkan melalui LAZNAS Dompet Yatim dan Dhuafa.
Dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau ZISWAF yang dipercayakan masyarakat turut mendukung berbagai program pembinaan dan pendidikan bagi anak yatim dan dhuafa.
Dukungan tersebut membantu menghadirkan lingkungan belajar, pembinaan keagamaan, pendidikan karakter, serta kesempatan pengembangan potensi bagi anak-anak binaan.
Dengan dukungan para donatur, anak-anak yang sebelumnya memiliki keterbatasan dapat memperoleh kesempatan lebih luas untuk belajar dan mengembangkan kemampuan.
Kisah tujuh santri yang terpilih menjadi Paskibra ini menjadi salah satu gambaran bahwa kebaikan yang disalurkan masyarakat dapat berkembang menjadi kesempatan, pengalaman, dan prestasi bagi penerima manfaat.
DOMYADHU Terus Dampingi Pendidikan Anak Yatim dan Dhuafa
Melalui momentum Peringatan HUT RI ke-81, LAZNAS Dompet Yatim dan Dhuafa menegaskan kembali komitmennya untuk terus mendampingi anak-anak yatim dan dhuafa.
Pendampingan dilakukan agar setiap anak memperoleh kesempatan untuk tumbuh, belajar, mengembangkan kemampuan, serta mengejar cita-citanya.
Prestasi tujuh santri Pondok Pesantren Al-Araf menjadi penyemangat agar semakin banyak anak binaan berani mencoba berbagai kesempatan positif, baik dalam bidang pendidikan, keagamaan, olahraga, seni, kepemimpinan, maupun kegiatan sosial.
DOMYADHU berharap mereka kelak tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki ilmu, akhlak, kemandirian, dan kepedulian terhadap sesama.
Bersama Dukung Pendidikan Anak Yatim dan Dhuafa
Di balik setiap prestasi seorang anak terdapat kesempatan, pendidikan, pendampingan, dan dukungan dari banyak pihak.
Melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang ditunaikan melalui LAZNAS Dompet Yatim dan Dhuafa, masyarakat dapat ikut menghadirkan lebih banyak kesempatan bagi anak-anak yatim dan dhuafa untuk mengembangkan masa depan mereka.
Mari bersama dukung pendidikan dan pembinaan anak yatim dan dhuafa agar semakin banyak generasi muda dapat belajar, berprestasi, serta memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
Temukan berbagai program kebaikan dan tunaikan donasi melalui DompetDonasi.id.
Dari kebaikan hari ini, kita bantu lahirkan generasi masa depan yang berilmu, berakhlak, mandiri, dan cinta Indonesia.
Tentang LAZNAS Dompet Yatim dan Dhuafa
LAZNAS Dompet Yatim dan Dhuafa (DOMYADHU) merupakan Lembaga Amil Zakat Nasional yang menghimpun dan menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, wakaf, serta dana sosial lainnya.
DOMYADHU menjalankan berbagai program pendidikan, sosial, keagamaan, kesehatan, pemberdayaan, dan kemanusiaan untuk membantu anak yatim, kaum dhuafa, serta masyarakat yang membutuhkan.
Melalui berbagai program pembinaan dan pemberdayaan, DOMYADHU berkomitmen untuk membantu penerima manfaat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta mampu membangun masa depan yang lebih baik.
