Kolaborasi untuk Bangun Pondok Pesantren Berbasis Ekonomi Sirkular
Bogor, Juli 2026 - LAZNAS Yayasan Dompet Yatim dan Dhuafa (Domyadhu) bersama Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa (Salaka) resmi menandatangani kerja sama strategis dalam pengembangan Program Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular di Pondok Pesantren Al-A'raf. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pesantren yang bersih, mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
Program ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga membangun budaya peduli lingkungan melalui edukasi, sistem pemilahan sampah, pengolahan limbah organik menjadi kompos, serta pengembangan bank sampah yang memiliki nilai ekonomi bagi pesantren.
Komitmen Mewujudkan Pesantren Ramah Lingkungan
Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen Domyadhu dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek lingkungan hidup, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui penerapan konsep ekonomi sirkular, sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sebagai sumber daya yang dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna maupun bernilai ekonomi.
Lima Tujuan Utama Program Pengelolaan Sampah
Program kolaborasi Domyadhu dan Salaka memiliki lima tujuan strategis, yaitu:
- Mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) melalui sistem pemilahan dan pengolahan sampah.
- Meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta perubahan perilaku santri, guru, dan pengurus terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
- Mengoptimalkan pemanfaatan sampah organik menjadi kompos serta sampah anorganik melalui sistem bank sampah yang menghasilkan nilai ekonomi.
- Menekan biaya operasional pengangkutan sampah yang selama ini menjadi beban pesantren.
- Menjadikan Pondok Pesantren Al-A'raf sebagai model pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang dapat direplikasi oleh pesantren lain di Indonesia.
Sinergi Dua Lembaga untuk Lingkungan yang Lebih Baik
Penandatanganan kerja sama ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kedua lembaga, di antaranya:
- Iik Iksandii, S.E. – Direktur Utama LAZNAS Yayasan Dompet Yatim dan Dhuafa.
- Andrian Nur, S.E. – Direktur Program Domyadhu.
- Saiful Bahri – Wakil Ketua Yayasan Dompet Yatim dan Dhuafa.
- Baharudin – Ketua Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa.
- Ahmad Ansori – Pengurus Yayasan Selaras Alam Khatulistiwa.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa persoalan lingkungan memerlukan sinergi berbagai pihak, mulai dari lembaga sosial, organisasi lingkungan, hingga institusi pendidikan.
Memberikan Manfaat bagi 260 Penerima Manfaat
Program ini akan memberikan dampak langsung kepada 260 penerima manfaat, yang terdiri dari:
- 200 santri mukim
- 60 dewan guru dan pengurus pesantren
Selain memperoleh lingkungan yang lebih bersih, para santri juga akan mendapatkan edukasi mengenai pengelolaan sampah, pelestarian lingkungan, serta penerapan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Sampah Bukan Masalah, tetapi Peluang
Melalui program ini, Domyadhu dan Salaka ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah.
Dengan sistem pilah, olah, dan manfaat, sampah organik dapat diolah menjadi kompos untuk mendukung penghijauan pesantren, sementara sampah anorganik dapat dikumpulkan melalui bank sampah sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang membantu mendukung operasional pesantren.
Konsep ini sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan, mengurangi beban TPA, serta menciptakan ekosistem pesantren yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Model Pesantren Berbasis Ekonomi Sirkular
Domyadhu menargetkan Pondok Pesantren Al-A'raf menjadi pilot project pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular di Indonesia.
Apabila program ini berhasil, model tersebut akan dikembangkan ke berbagai pesantren binaan lainnya sehingga semakin banyak lembaga pendidikan Islam yang mampu mengelola sampah secara mandiri, menghasilkan manfaat ekonomi, sekaligus menjadi pelopor pelestarian lingkungan.
Mari Bersama Membangun Pesantren yang Bersih dan Berkelanjutan
Setiap kontribusi yang diberikan masyarakat bukan hanya membantu mengatasi persoalan sampah di lingkungan pesantren, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pendidikan generasi yang peduli lingkungan.
Domyadhu mengajak seluruh masyarakat, perusahaan, komunitas, dan para dermawan untuk berpartisipasi dalam mendukung berbagai program pemberdayaan pesantren, termasuk pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Bersama, kita dapat menciptakan pesantren yang lebih bersih, sehat, mandiri, dan menjadi contoh bagi lingkungan sekitar dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang.
